Bisnis real estate

4 Penyebab Bisnis Real Estate Anda Bangkrut

Posted on

Ketika telah sampai pada ranah bisnis, kemungkinan terburuk yang bisa saja dihadapi oleh pebisnis adalah ‘kebangkrutan’. Dan itu adalah momok paling menakutkan bagi semua pebisnis, tentunya. Tapi secara umum, ketika anda menerapkan strategi bisnis yang pas ditambah instuisi membaca peluang pasar yang baik, kebangkrutan mungkin  akan menjauh dari anda. Mengetahui faktor yang mungkin dapat menyebabkan bangkrutnya bisnis anda, mungkin akan menambah kewaspadaan anda.

  1. Finansial

Ini adala problematika sekaligus tantangan yang harus diadapi oleh bisnis kecil atau juga start up bisnis ang belum terlalu maju. Dan langkah yang diambil oleh pelaku bisnis biasanya adalah dengan  mengambil ‘pinjaman’ untuk dapat menutup biaya operasi mereka.

Bisnis real estate

Katakanlah anda sedang menjalankan sebuah bisnis, anda butuh dana, dan anda berhutang, maka adanya potensi keuntungan yang lebih banyak bagi perusahaan akan menjadi tipis, karena harus digunakan untuk membayar bunga hutang. Oleh karena itu, ketika anda memutuskan untuk memulai bisnis, matangkan secara finansial, jangan gegabah melebarkan bisnis dengan dana yang didapat dari berhutang.

 

  1. Kurangnya Planning

Ketika berbicara bisnis, menjadi pebisnis bukanlah hal yang mudah. Anda perlu strategi dan rencana-rencana yang matang untuk tetap menggerakkan roda bisnis anda. Misalkan begini, ketika menjalankan bisnis anda mengembangkan sebuah produk yang bagus (dan anda yakin itu sangat potensial) tapi tanpa survei pelanggan dan estimasi biaya produksi yang baik untuk mengukur apakah produk tersebut menguntungkan atau tidak.

Bahkan sebagus apapun produk anda, kelayakan finansial dari sudut pandang bisnis juga harus diperhitungkan. Untuk itu, anda butuh seseorag yang advance di bidang finansial dan mengerti manajemen sehingga mengurangi resiko yang mengancam perusahaan anda.

  1. Situasi dan Kondisi Pasar

Kondisi pasar yang buruk dimana bisnis beroperasi dapat memberikan dampak yang buruk dalam bisnis, dan kemungkinan yang paling buruk adalah kebangkrutan. Dalam bisnis,zaman membuat pergerakan bisnis juga ikut berubah karena ekonomi cenderung mengikuti siklus dari ekspansi cepat yang diikuti oelh jeda dan resesi.  Perusahaan dengan niche tertentu juga dapat mengalami perubahan preferensi konsumen. Contoh, pemilik bisnis warung telkom (Wartel) yang hits pada era awal tahun 2000 terpakasa menutup tokonya karena keluarnya Handpone.

 

Author Bio

Gravatar Image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *